Olahan Buah DukuJamuOlahan KedelaiKopi TumbukPenggilingan BatuKerajinan RajutKerajinan Olahan KayuMiniatur Truck dan Bus

Buah Duku merupakan Produk Unggulan Desa Kalikajar. Rasanya yang manis menjadikan buah ini dikenal sampai ke mancanegara. Saat musim panen, Desa Kalikajar dibanjiri warga dari berbagai daerah hanya untuk dapat menikmati buah tersebut.
Melihat potensi yang luar biasa seperti ini, Petani Duku Desa Kalikajar berinisiatif membuat olahan buah duku berupa Sirup Buah Duku. Inisiatif ini muncul dari melihat banyaknya buah duku yang jatuh sebelum dipanen, sementara buah yang jatuh tersebut layak konsumsi. Sirup buah duku ini diproduksi hanya pada saat musim panen, mengingat bahan utamanya hanya bisa didapatkan pada saat itu. Untuk produksinya juga masih sangat terbatas oleh Kelompok Petani Duku Tunas Harapan dan belum adanya masyarakat yang melirik peluang ini.

Warisan leluhur sudah seharusnya dipelihara dan dipertahankan dijaman yang modern seperti saat ini. Warisan itulah yang akan menjadi ciri khas suatu wilayah dan menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya jamu yang merupakan warisan leluhur Bangsa Indonesia ini yang eksistensinya tidak termakan oleh jaman karena manfaatnya yang luar biasa.
Di Desa Kalikajar sendiri, penjual jamu gendong tidak sulit ditemukan. Terdapat sekitar 5 – 6 orang yang saat ini masih aktif menjual jamu gendong. Jamunya tidak digendong di punggung, tapi digendong pada sepeda atau sepeda motor. Beberapa jenis jamu yang dijual antara lain Jamu Beras Kencur, Jamu Kunir Asem, Jamu Cabepuyang dan Jamu Pahitan.
Beberapa Penjual Jamu Gendong yang Masih Aktif antara Ibu Syariah, Ibu Sundari, Ibu Sari Kartika, Ibu Indriani dan Ibu Miswati dari RT 1 RW 5 dan Ibu Sri Marwati dari RT 2 RW 5

Tahu yang enak adalah tahu yang memiliki tekstur lembut dan rasanya tidak asam. Seringkali karena proses pengolahan yang kurang tepat dan kurang terpeliharanya mesin membuat tekstur dan rasa tahu kurang enak serta tidak tahan lama. Atas dasar warisan turun temurun, seorang produsen tahu di Desa Kalikajar bernama Adin tidak pernah kekurangan pembeli. Adin benar-benar menjaga kualitas tahunya agar tidak mengecewakan konsumennya.
Keunggulan dari tahu buatan Adin adalah tahunya tidak kecut (asam) jika disimpan dengan baik selama beberapa hari. Sampai saat ini Adin masih bertahan dengan tahu putihnya. Untuk mendapatkan tahu tersebut dapat menghubungi Bapak Adin alamat RT 01 RW 04. Untuk memajukan potensi tahu di Desa Kalikajar, Gapoktan Desa Kalikajar sedang merintis pabrik tahu pertamanya. Pabrik tahu ini sempat berjalan beberapa bulan, akan tetapi karena kendala peralatan yang kurang pas, produksi dihentikan dan peralatan dilakukan uji kembali.
Niwo adalah makanan olahan dari ampas kedelai dari proses pembuatan tahu yang dibentuk bulat dan digoreng. Dahulu Niwo kurang digemari karena rasanya yang hambar dan nyereti (penuh dileher). Selain itu Niwo dahulu juga dianggap kurang bergizi. Namun sekarang Niwo sudah berbeda, Niwo sekarang rasanya lebih enak dan tidak terlalu nyereti.
Salah seorang produsen Niwo Ibu Darwati beberapa tahun ini terkenal di Kalikajar karena Niwonya. Dengan adonan yang pas, Niwo sekarang menjadi idola di Desa Kalikajar dan Ibu Darwati juga sering kebanjiran pesanan karena selain enak, Niwo juga harganya sangat murah
 

Bagi para pecinta kopi pasti sudah tidak asing lagi dengan Kopi Tumbuk di pedesaan. Ciri khasnya yang berasa pahit dan berampas apabila diseduh menjadi daya tarik sendiri. Walaupun pahit dan berampas, dengan dicampur gula, Kopi Tumbuk tetap nikmat untuk diminum sambil bersantai dirumah.
Nini Kabruk, seorang produsen Kopi Tumbuk yang sudah puluhan tahun berprofesi tersebut memiliki teknik tersendiri untuk menciptakan Kopi Tumbuk yang enak untuk dinikmati. Kopi buatannya banyak dijual di warung-warung sekitar dengan harga yang relatif murah

Desa Kalikajar yang dialiri Sungai Klawing memiliki potensi sumber daya alam berupa air, pasir dan batu yang melimpah. Potensi inilah yang menjadikan warga disekitar Sungai Klawing mencari penghasilan dengan menjadi penambang batu dan pasir dengan cara tradisional.
Seiring dengan berjalannya waktu, penambangan pasir dan batu dengan cara tradisional berkembang menjadi lebih modern dengan menggunakan alat berat. Masyarakat juga mulai melirik usaha penggilingan batu dengan metode ini. Saat ini terdapat 2 penggilingan batu yang masih aktif dan berkontribusi pada pemberian lapangan pekerjaan kepada masyarakat disekitarnya

Kerajinan rajut saat ini mulai diminati oleh berbagai kalangan karena desainnya yang unik dan menarik. Peluang ini tidak disia-siakan oleh Ibu Suprapti untuk membangun usaha kerajinan rajut bernama Hira Rajut. Saat ini Hira Rajut sering kebanjiran pesanan dari pada konsumennya. Hira Rajut juga memberdayakan ibu-ibu disekitar untuk bersama-sama memproduksi kerajinan rajut. Saat ini kelompoknya sudah beranggotakan puluhan orang yang aktif membuat kerajinan tersebut. Hira Rajut memproduksi beraneka ragam tas, sepatu dan souvenir berbahan rajut. Selain dengan penjualan langsung, Hira Rajut juga melayani penjualan secara online.

Seorang bernama Warno yang pada mulanya iseng membuat centong (sendok nasi) dari kayu seadanya, tidak menyangka kalau produksinya banyak diminati oleh masyarakat. Sekarang usahanya telah berkembang dan tidak hanya melayani pesanan centong saja. Aneka kerajinan kayu lainnya seperti irus, spatula kayu dan aneka souvenir dari kayu lainnya juga dikerjakan. Untuk hasil karyanya, Pak Warno menjualnya dengan harga yang relatih murah yaitu untuk centong berkisar Rp. 3.000,-/pcs.

Dengan didominasi oleh para pemuda, sekarang produksi miniatur truck dan bus di Desa Kalikajar mulai berkembang. Dengan memanfaatkan platform toko online, penjualan miniatur tersebut mengalami kenaikan grafik penjualan yang signifikan. Seorang pemuda bernama Rendi, bersama dengan kelompoknya memproduksi beraneka desain miniatur truck dan bus dengan berbahan triplek dari mulai miniatur standar, miniatur dengan lampu dan remot kontrol.
Seiring dengan berjalannya waktu dengan melihat potensi dari usaha miniatur yang mulai diminati, kelompok pemuda lain juga mulai mengembangkan miniatur truck dan bus berbahan dasar pipa PVC. Untuk proses pengerjaannya, miniatur berbahan PVC lebih lama sehingga berakibat terhadap harganya yang lebih mahal dari miniatur berbahan triplek. Kalau miniatur triplek dibrandol dengan harga berkisar Rp. 150.000,-/pcs, miniatur berbahan PVC dibrandrol dengan harga berkisar Rp. 650.000,-/pcs.