Menu Tutup

Rasa syukur yang mendalam dipanjatkan oleh Bapak Wiratmo dan petani Margo Mulyo ketika melihat atap gubugnya sudah mulai tertutup asbes (7-8-18). Gubug pertemuan yang dinanti nantikan kini sudah berdiri tegak diatas sawah. Gubug ini sudah direncanakan pembangunannya setahun yang lalu, selepas dilakukannya pengerasan jalan usaha tani dengan beton.

Sesuai dengan namanya, gubug ini nantinya akan dijadikan balai pertemuan kelompok tani margo mulyo untuk membahas segala hal kegiatan pertanian di wilayah tersebut. Secara langsung gubug ini juga akan menjadi sarana bagi petani untuk belajar bersama meningkatkan kualitas dan kuantitas tanamannya. Saling berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengolah ladangnya. Bagi penyuluh pertanian juga akan lebih mudah untuk mengumpulkan memberikan penyuluhan kepada petani, terutama untuk kegiatan sekolah lapangan bagi petani.

Walaupun gubug ini sederhana dan hanya berukuran 4 m x 4 m, akan tetapi gubug ini memiliki manfaat yang besar bagi petani. Gubug ini dibangun dengan dana swadaya dari petani margo mulyo dengan dibantu alokasi dana gotong royong dari APBDesa. Gubug ini dibangun diatas tanah bengkok Kepala Desa.

Menurut Bapak Wiratmo, ketua kelompok tani margo mulyo menuturkan bahwa pembangunan ini berlangsung selama kurang lebih 1 bulan. Beliau berharap, semoga dengan adanya gubug pertemuan tersebut ditambah akses jalan yang sudah baik, pertanian diwilayah tersebut semakin baik dan produktifitas meningkat.

Gubug dengan lantai bambu dan enam tiang ini berada di wilayah rw 7 yang mudah diakses dan dekat jalan kabupaten. Gubug yang belum berdinding ini juga menjadi tempat istirahat petani setelah lelah bercocok tanam. Bagi mereka, ini adalah rumah keduanya.

Kami dari desa, untuk Indonesia

1 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *