Menu Tutup

Mati listrik lagi, mati listrik lagi, keluh beberapa warga RT 1/3 dengan nada sendu. Ya begitulah suasana di masyarakat apabila listrik mati. Listrik mati seolah olah menjadi sosok yang menyebalkan bagi masyarakat.

Berbekal keluhan itulah Bapak Wasto selaku ketua RT 1/3 mengusulkan dalam musyawarah RT 1/3 untuk pengadaan Genset guna membangun jaringan listrik 1(satu) RT. Alhasil, warga setuju dan dibuatlah jaringan listrik dari genset dengan biaya swadaya dari warga.

Memang perlu kami sampaikan kepada pihak PLN bahwa listrik dilingkungan kami sering mati apabila hujan tiba. Mohon untuk diperhatikan lagi.

Jadi sistemnya adalah genset disimpan dan dihubungkan dengan kabel yang tersambung keseluruh rumah di RT 1/3. Apabila listrik mati, genset dihidupkan dan lampu yang terpasang diseluruh rumah akan menyala. Setiap rumah diberi jatah 1(satu) lampu 3 watt, dan dapat diganti dengan yang 5 watt. Alhamdulillah dengan adanya listrik genset, warga tidak perlu lagi membeli lilin. Selain di dalam rumah, lampu juga dipasang di area jalan lingkungan untuk menerangi pejalan kaki.

Adapun yang membuat semua ini terwujud adalah rasa saling memiliki diantara warga. Rasa saling membutuhkan dan semangat gotong royong yang masih tinggi di masyarakat. Terus jaga semua itu, sebagai warisan untuk anak cucu kelak.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *