Menu Tutup

Dampak pembangunan jaringan irigasi Slinga kiri yang berujung pada pengeringan irigasi sekunder dibawahnya membuat petani di 6 (enam) desa Kecamatan Kaligondang tidak bisa bercocok tanam dengan normal. 6 (enam) desa tersebut adalah Desa Kalikajar, Desa Slinga, Desa Kembaran Wetan, Desa Penaruban, Desa Brecek dan Desa Sempor Lor. Pengeringan tersebut sudah dimulai sejak Oktober 2018 dan sampai saat ini saluran tersebut belum dapat dialiri.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, PT Wika selaku kontraktor proyek sudah bekerja sama dengan petani di sekitar untuk mengaliri saluran tersebut dengan cara memompa air dari sungai klawing dialirkan menuju saluran irigasi, akan tetapi debit air yang diambil tidak mencukupi untuk mengaliri semua lahan pertanian dan pompa yang digunakan mengalami kerusakan. Melihat hal tersebut, para Kepala Desa sudah melayangkan surat ke Bupati Purbalingga untuk memohon dukungan peralatan guna mengairi irigasi dimaksud.

Warga dan petani berharap pembangunan jaringan irigasi Slinga kiri segera rampung, sehingga saluran irigasi dapat dialiri kembali. Solih Sucipto, seorang warga RT 1 RW 2 yang rumahnya berada disamping irigasi sekunder mendapati sumur dirumahnya yang biasanya penuh dengan air, kini nampak kering. Beliau kini harus mengambil air dirumah tetangganya untuk kebutuhan mandi dan minum. Tanaman perkebunan yang ditanam 2 bulan lalu saat masih musim hujan, sekarang sudah nampak layu. Tanah yang kering susah diolah dan sukar ditanami.

Dalam sosialisasi pertama, telah diinformasikan bahwa penghentian aliran irigasi sekunder Bendung Slinga yang mengairi 6 (enam) desa dibawahnya akan dilakukan selama 6 (enam) bulan yaitu dari bulan Oktober 2018 s/d Maret 2019. Akan tetapi sampai Maret 2019, pembangunan tersebut belum rampung dan pihak pelaksana/ kontraktor meminta tambahan waktu selama 6 (enam) bulan kedepan untuk merampungkan pembangunan. Ini sudah 9 (sembilan) bulan dari awal pengeringan, sisa 3 (tiga) bulan kedepan semoga irigasi bisa dialiri kembali.

1 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *